Akhir-akhir banyak hal yang mengusik, terutama semenjak masuk semester 3. Jadwal rasanya berantakan, sulit beradaptasi, ditambah osjur(alhamdulillah udah beres). Ada beberapa hal yang membuat saya tidak nyaman. JAM SHOLAT. yup, yang satu ini rada bermasalah kayakanya. Kumpul angkatan yang seringkali menggunakan jam sesudah kuliah, means jam 4 sore ke atas kadang membuat jadwal sholat maghrib ngaret. Astaghfirullah. Seringkali ketika saya meminta ijin untuk sholat, pandangan orang membuat saya merasa tidak nyaman, seolah pandangan itu bermakna "hello ry, ntar aja napa sholatnya?bentar lagi juga beres." Entah saya berprasangka buruk atau tidak, tapi itu yang saya rasakan. Satu kali ketika meminta ijin untuk sholat, disuruh cepet-cepet sholatnya, 5 menit aja. What?!?!?! emangnya mushola deket?!?! belum ngantri wudu, dsb. Terkadang hal-hal seperti ini yang membuat saya super duper gak betah. Rasanya setiap kali ada forum, selalu saya yang meminta ijin duluan untuk sholat. Kalo sahabat saya bilang, "ry, kalo bukan kita siapa lagi?"
Saya heran, kenapa gak ada gitu cowok duluan yang minta ijinnya. Kadang sedih ketika gak ada ikhwannya. Ternyata memang butuh karna terkadang kita udah gak kuat ketika harus seperti ini terus.
Jadi inget sebuah kejadiab di hari evaluasi, saat itu sahabat saya ijin mau sholat(kebetulan saya lagi gak sholat) dan tau jawabannya apa? NANTI YA SHOLATNYA BENTAR LAGI JUGA UDAHAN. Sahabat saya itu langsung tanya nanti itu jam berapa kak? terus si moderator bilang jam 6.30. Pada akhirnya temen saya yang mau sholat itu ijin ke belakang dan langsung sholat setelah jam 6.30(fyi acara belom beres), yang lain?y nunggu beres baru sholat.
Jujur aja, saat itu saya, juga beberapa temen KECEWA mendengar jawaban seperti itu. Sedih. :(
padahal pernah dibilang bahwa prioritas utama adalah TUHAn, lalu jika kejadiannya seperti ini, masihkah Tuhan menjadi prioritas utama?
Ingin rasanya jika saya membalikkan pertanyaan itu. Saya ingin mengatakan "bagaimana jika Allah mencabut nyawa kita sebelum 6.30? apa Anda mau bertanggungjawab atas hal itu?"
fyuuuuuuuuuuhhhhhhh.
Saing menguatkan merupakan sebuah kunci untuk tetap bertahan berada di tempat ini. Keluar dari zona nyaman, lingkungan kondusif. Rasanya saya merindukan itu semua.
Tentu saja Allah mempunyai rencana dibalik ini semua.
Semoga tetap istiqomah berada di jalannya.
ujian
Barangkali sudah lama tidak merasakan "goncangan" yang cukup menguras emosi.
Barangkali saya terlena engan semua yang ada, hingga lupa dekat dengan-Nya.
Barangkali Dia mengharapkan saya untuk lebih sering bersujud di malam hari, menitikan air mata saya dalam do'a-do'a yang dipanjatkan.
Ini seebuah teguran bagi saya, kamu, ataupun yang lain.
Bagaimana kita selama ini semakin jauh, disibukkan oleh hal duniawi.
Seorang teman bilang, "ujian kemaren harus membuat kita tambah shole, keterlaluan kalo nggak"
ucapannya ada benarnya juga. Sampai kita gak ada perubahan sama sekali, itu udah keterlaluan. Jadi, jangan heran kedepannya bakal "terguncang" mulu. Jangan protes, jangan ngeluh kalo dari kitanya aja gak ada niatan untuk berubah ke arah yang lebih baik. Jangan sampai sikap kita masih sama dengan sebelum "ujian".
Selain hal itu, saya belajar sesuatu kemarin, "jangan sampai kita melupakan apa yang sudah kita pelajari meski itu terasa gak penting"
well, nampaknya saya akan terus mengingat apa itu turunan log(x)
ahahahahaha
Selamat berjuang. :)
Barangkali saya terlena engan semua yang ada, hingga lupa dekat dengan-Nya.
Barangkali Dia mengharapkan saya untuk lebih sering bersujud di malam hari, menitikan air mata saya dalam do'a-do'a yang dipanjatkan.
Ini seebuah teguran bagi saya, kamu, ataupun yang lain.
Bagaimana kita selama ini semakin jauh, disibukkan oleh hal duniawi.
Seorang teman bilang, "ujian kemaren harus membuat kita tambah shole, keterlaluan kalo nggak"
ucapannya ada benarnya juga. Sampai kita gak ada perubahan sama sekali, itu udah keterlaluan. Jadi, jangan heran kedepannya bakal "terguncang" mulu. Jangan protes, jangan ngeluh kalo dari kitanya aja gak ada niatan untuk berubah ke arah yang lebih baik. Jangan sampai sikap kita masih sama dengan sebelum "ujian".
Selain hal itu, saya belajar sesuatu kemarin, "jangan sampai kita melupakan apa yang sudah kita pelajari meski itu terasa gak penting"
well, nampaknya saya akan terus mengingat apa itu turunan log(x)
ahahahahaha
Selamat berjuang. :)
SEBUAH KATA MAAF
Posted by
riry
on Rabu, 15 September 2010
/
Comments: (0)
Sudah menjadi kebiasaan ketika lebaran tiba orang saling mengucapkan kata maaf. Entah memang tulus dari dalam hatinya atau sekedar pemanis di bibir saat lebaran tiba. Sejak tahun kemarin saya mulai merasakan sesuatu yang hambar tentang makna maaf itu di gari lebaran. Walaupun begitu, saya merasa tidak masalah kita saling bermaafan ketika lebaran tiba, karena barangkali kita memang begitu banya melakukan kesalahan yang tidak kita sadari, namun menyakiti hati orang lain.
Jika tahun-tahun sebelumnya saya melakukan ritual "sms lebaran"-you what it's like-, tahun ini saya tidak melakukannya. Oh, oke saya melakukannya ke beberapa orang, adik2 mentor saya, alasannya y karena saya merasa bersalah belom bisa mengatur jadwal yang pas buat mereka (maafin teteh y). Itupun saya lakukan dengan mengirimkannya satu-satu, walaupun intinya sama.
hehehe. hanya saja ketika mengirimkan satu-satu, ada perasaan yang ikut didalamnya. Tapi, saya masih membalas mereka yang mengirimkan ucapan tersebut. Membalas sms satu per satu rasanya sangat menyenangkan bagi saya, terdapat sebuah pernyataan yang spesifik dari saya untuk mereka.
Beberapa hari yang lalu saya mendapat sebuah sms dari seorang teman, isinya kurang lebih seperti ini
Yap, maaf adalah sebuah tekad perbaikan diri, rasanya buat apa minta maaf kalo selalu mengulang kesalahan yang sama, seperti orang yang gak niat minta maaf.
well, maafkan saya y kalo ada yang gak suka. :)
hehehe
Jika tahun-tahun sebelumnya saya melakukan ritual "sms lebaran"-you what it's like-, tahun ini saya tidak melakukannya. Oh, oke saya melakukannya ke beberapa orang, adik2 mentor saya, alasannya y karena saya merasa bersalah belom bisa mengatur jadwal yang pas buat mereka (maafin teteh y). Itupun saya lakukan dengan mengirimkannya satu-satu, walaupun intinya sama.
hehehe. hanya saja ketika mengirimkan satu-satu, ada perasaan yang ikut didalamnya. Tapi, saya masih membalas mereka yang mengirimkan ucapan tersebut. Membalas sms satu per satu rasanya sangat menyenangkan bagi saya, terdapat sebuah pernyataan yang spesifik dari saya untuk mereka.
Beberapa hari yang lalu saya mendapat sebuah sms dari seorang teman, isinya kurang lebih seperti ini
Maaf bukan hanya tradisi lebaran
Maaf adalah pengakuan kesalahan dan TEKAD PERBAIKAN DIRI
Yap, maaf adalah sebuah tekad perbaikan diri, rasanya buat apa minta maaf kalo selalu mengulang kesalahan yang sama, seperti orang yang gak niat minta maaf.
well, maafkan saya y kalo ada yang gak suka. :)
hehehe
SMS Penyemangat
Posted by
riry
on Rabu, 04 Agustus 2010
/
Comments: (0)
Minggu ini memang minggu terakhir liburan, tapi minggu ini merupakan minggu yang sangat padat. Tingkat mobilisasi tinggi(halah..), amanah disana sini. Berasa dikejar sesuatu. Lelah? mungkin saja, tapi ada sebuah kebahagiaan ketika menjalani itu semua. Sore ini saya mendapat sebuah sms yang rasanya sangat pas dengan situasi ini, dari seorang teteh yang saya sayangi. :)
here it is..
bikin semangat lagi.
Kembali memperbaiki niat untuk segala aktivitas.
here it is..
yang LILLAH yakkan LELAH..
yang LILLAH akan menjadikan LELAHnya sebagai bahan bermunajat
dalam linangan air mata ditemani harap dan takut,
khawatir LELAHnya tak menjadi LILLAH
Yang LILLAH selalu optimis akan pertolongan Allah.
Tidak akan berkeluh kesah.
Baginya dunia hanya menjadi ladang amal,
maka menikmati proses jauh lebih utama daripada menikmati hasil.
Adikku, agar tidak lelah maka pastikan tujuan kita adalah LILLAH.
Selamat mengarungi samudra KEIKHLASAN..
bikin semangat lagi.
Kembali memperbaiki niat untuk segala aktivitas.

